Img 20240109 213113

Kejati Maluku Utara dinilai Tidak punya nyali dan takut periksa Kepala Dinas Perhubungan Halteng (Mitha) Yang Sudah Sunat Anggaran Negara

/Radar Tipikor/09/01/2024/

 

Miris nya kasus kasus korupsi yang merajalela di ibu kota kabupaten Halmahera tengah (Halteng) Hampir di semua tingkat SKPD Halteng sarang nya korupsi mengendap atau ber sembunyi di Dalam Setiap dinas yang ada, satu contoh kasus

Yang sudah ter lihat di depan mata dan sudah banyak masyarakat tau di dalam desa mesa kecamatan patani yang dulu nya pada tahun 2023 pembangunan fisik dermaga di Desa Mesa secara fisik hasil pekerjaan dari kontraktor Rusdianto misro yang fisik nya dermaga tersebut di bangun dengan Anggaran kurang ada 5 miliyar sekian lebih sudah patah dan hasil nya tidak se suai RAB, yang ada temuan ter sebut soal pekerjaan proyek pembangunan dermaga dengan Anggaran miliyaran Rupiah tersebut sudah pernah di publikasi kan lewat media sosial (Medsos) soal Anggaran 5 miliyar lebih tapi sampai sekarang dari Pihak Aparat Hukum (APH), polres Halteng, polda maluku utara, kejari Halteng, dan juga kejati maluku utara tidak bisa ber buat apa apa untuk dilanjuti untuk diperiksa kepala dinas Perhubungan Halteng (Mitha) bersama kontraktor nya, yang di duga keras sudah ada kolonisasi bahkan bukan cuma itu saja temuan Yang ada di Dinas perhubungan Halteng, ada lagi pembuatan dermaga di desa Lelilef woe bulen kecamatan weda tengah,

 

Dengan Anggaran miliyaran Rupiah yang di mana masa pekerjaan nya sudah melewati masa waktu pelaksanaan pekerjaan dari CV.Mantan intan Cahaya, yang sampai sekarang pembanguan dermaga tersebut belum juga kunjung selesai,dan lebih sial nya lagi kepala bidang Laut, pun sampai sudah lewat masa waktu pelaksanaan pekerjaan dermaga ter sebut kepala perhubungan Laut tidak tau kalau ada kegiatan tersebut ada di desa Lelilef woe bulen

 

 

Dan Lagi kepala dinas perhubungan Halteng , (Mitha) membangun post tempat tagi Retribusi dinas perhubungan sudah berapa kali di cegat oleh keluarga pemilik Lahan Agar cari tempat lain untuk bangun post tersebut tapi karna proyek pembangunan post perhubungan anggaran nya kurang lebih 75 juta rupiah dengan sengaja ibu mitha selaku kepala dinas perhubungan sudah menyerobot tanah dari hak nya masyarakat keluarga nya dari bapak Gerry Horsan,

 

 

Bahkan kepala dinas perhubungan halteng kata kan kepada bapak Gery boleh kalian kasih roboh di bongkar saja tapi bayar ke saya 75 juta dulu baru saya bongkar post tersebut bapak Gerry Horsan pun ikut bingung kecuali post perhubungan di bangun itu tanah milik pemda halteng atau tanah milik Negara silah kan tapi itu kan tanah milik kita tanah nya milik masyarakat yang punya sertifikat berarti kan kepala dinas perhubungan halteng Hanya mengambil uang nya saja kan setau kami harus di bangun di lokasi tanah nya pemerintah daerah bukan di bangun di lahan nya milik masyarakat

Img 20240109 Wa0019

 

Pada hal saya sudah sampai kan secara langsung saya di muka ibu mitha di dalam ruangan kerja di kantor dinas perhubungan sampai sudah tahun 2024,, januari post dinas Perhubungan tidak juga di bongkar sesuai apa yang kadis mitha sampai kan di ruang kerja nya berarti kan kepala dinas perhubungan Halteng (Mitha) ada lah pembohong keras dan perampok Hak nya masyarakat kecuali post yang di bangun ada lah tanah milik nya pemerintah daerah silahkan tapi post dinas perhubungan sudah di bangun di tanah nya milik masyarakat yang punya sertifikat tanah bukan Hak milik nya pemda halteng atau tanah warisan dari keluarga nya kepala dinas perhubungan mitha, kok bisa pejabat bupati sementara ikram malan sangadji pelihara se orang kepala SKPD Ber jiwa perampok,dan pembohong keras ,,pungkas nya Gery selaku keluarga pemilik Lahan yang begitu kesal dengan cara dan Tingkah Laku nya, kepala dinas perhubungan Halteng mitha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Dodi)