Img 20230521 Wa0010

Buang Limbah ke sungai dan Laut, Perusahaan Minyak PT. Semesta Agro Tani Dikeluhkan Warga

Halteng, RadarTipikor.Com – Salah satu perusahan yang berdiri di Desa Matui Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar)dikelukan oleh masyarakat terkait kegiatan perusahan minyak kelapa yang di ekspor ke Luar membuang limbah minyak dibuang ke kali yang sampai ke laut, Jumat 26/5/2023

Perusahan yang sudah cukup lama beroperasi di Desa Matui Kecamatan Jailolo ini sudah pernah di tegur oleh masyarakat dan pemerintah desa tapi pihak perusahan Semesta Agro Tani masih saja keras kepala dan masih membuang limbah perusahannya yang langsung dibuang ke kali atau ke sungainya masyarakat dan tembus sampai ke Laut

Salah satu masyarakat yang rumahnya dekat kali atau sungai, Martinus Tutupele memgeluhkan, kata dia, “Dulu sebelum perusahan Semesta Agro Tani masuk daerah ini, kami masyarakat jika musim kemarau cuma sungai itu yang kami masyarakat harapkan, karna sungai itu Air nya kami pakai minum mandi dan cuci pakaian tapi semenjak pemerintah Daerah keluarkan izin untuk perusahan dan beroprasinya perusahan kami masyarakat yang rumah kami dekat dengan sungai begitu sangat menderita,” ujarnya

Martinus katakan, “Harusnya pemerintah daerah melihat dulu kondisi dan situasi di dalam desa seperti apa, karna sungai ada lah sumber kehidupan oleh masyarakat yang sabgat memerlukan air bersih, berarti, inikan pemerintah daerah secara halus menyensarakan masyarakat dan mempersulit masyarakat di dalam desa, kasihan kita masyarakat yang cuma mencari nafkah hidup dan tinggal di dalam desa,” ungkapnya.

“Beda dengan pemerintah daerah yang hidup mereka serba berkecukupan dan tidak melihat dan merasakan apa yang kami derita selama perusahan berdiri, seperti sekarang ini kami masyarakat mau mandi saja sudah tidak bisa pakai Air sungai atau pun mau di konsumsi karna sudah di cemari oleh limbah perusahan minyak kelapa semesta Agro Tani Air keluhnya,”

“Sungai sudah membusuk dan sedangkan sapi saja biar sudah haus takut turun ke sungai apa lagi kami manusia yang mau konsumsi pasti akan berdampak sangat fatal,” imbuh Martinus

Dikeluhkan martinus, bukan juga cuma sungai tapi sampai ke Laut pun kami biasa pergi mancing ikan tidak seperti dulu lagi ikannya sudah lari di ratusan mil dari permukaan perkampungan ini, kata dia

Diungkapkan beberapa sumber, sering terjadi insiden di Perusahan Semesta Agro Tani , (SAT) banyak pekerja yang mengalami kecelakaan dan meninggal di dalam Lokasi perusahan, ada yang tangan cacat seumur hidup masih saja di paksa kan bekerja bahkan sampai ada tangan nya putus sebelah korban adalah Titus pihak keluarga Titus belum sepenuhnya terima baik dikarenakan tidak ada santunan dari pihak perusahan

Semesta Agro Tani, (SAT) kami dinilai perusahan yang masuk di desa kami di Matui cuma mau peras tenaga kami harus nya perusahan sebesar ini harus di lengkapi dengan jamsostek kasus ini pun sudah di tahu oleh aparat yang ada di dalam daerah, tapi yang sangat kami sayangkan, pemerintah setempat cuma berpihak kepada Perusahan Semesta Agro Tani apa karna Perusahan tersebut sudah membayar kepada oknum Aparat yang ada di dalam daerah yang ada hingga nyawa manusia yang ada di perusahan Semesta Agro Tani Bisa di hargai dengan ongkos pengobatan saja dan sekian juta Rupiah, ungkap martinus dengan kesal

Ketika pihak media konfirmasi pemilik perusahan, ko Alfin mengatakan, kalau mau berurusan jangan dengan saya tapi langsung dengan manajer saya

Sebagai pemilik perusahan yang ber tanggung jawab setiap ada permasalahan yang terjadi di dalam Lingkup daerah perusahan namun jawaban Alfin sebagai pemilik Perusahan menjawab dengan santai saja

“Kan kami pihak perusahan sudah buang ongkos ke rumah sakit yah sudah,” singkatnya. (Dodi)