IMG_20210715_110533_copy_700x400 (1)

PETI Gunung Botak Kembali Ramai, Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku

Pulau Buru Maluku, RadarTipikor.com – Ada Resiko akibat limbah rendaman berbahaya bagi warga khususnya di Jalur A Desa persiapan wamsait. Pasalnya, masyarakat menggunakan air Sungai untuk berbagai keperluan sehari-hari baik mandi, mencuci dan lain-lain. Air yang tercemar dengan zat kimia beracun sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi warga, Kamis 15/7/2021.

IMG_20210715_110431

Pertambangan emas ilegal di Kabupaten Buru, terus terjadi. Lingkungan semakin rusak, seperti, aliran Sungai Jalur A Desa persiapan Wamsait. Dari Hasil Pantauan media di lapangan 7-Juli (2021), sekitar 2 km daerah aliran Sungai berubah menjadi dua warna.

Aliran sungai di Desa persiapan Wamsait,sudah rusak karena pembuangan limbah pengolahan rendaman yang mengandung Sianida.

Adapun Masyarakat menggali tanah hingga kedalaman tertentu di bibir Sungai jalur A. Setelah itu membuang kembali limbah dari pengolahan rendaman tersebut ke aliran sungai.

Pemerintah diminta menindak tegas dan memberikan surat teguran kepada para penambang liar agar tidak melakukan kegiatan dengan cara-cara yang tidak benar dan ada kajian mengenai dampak lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru harus tegas dan berikan himbauan kepada para penambang , agar tak terus cemari sunga karena Pencemaran itu akan berdampak kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Desa persiapan wamsait.

“Selama ini, masyarakat yang tinggal di sekitar, memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari hingga sangat berbahaya jika terus dlibiarkan,” ucap kepala desa saat di komfirmasi,

Menurut kepala Desa Dava, misalkan kegiatan tersebut ditutup, perlu ada pengalihan usaha bagi para penambang, bisa ke sektor perkebunan, pertanian, perikanan dan usaha-usaha lain yang bisa meningkatkan taraf ekonomi warga.Sehingga, masyarakat tidak lagi bergantung pada kegiatan penambangan. Jangan sampai ketika penutupan, mata pencaharian masyarakat makin menurun itu juga yang mesti kita perhatikan,”katanya.

Kalau ada pembukaan lahan, misalkan, untuk perkebunan, pertanian, apalagi pertambangan akan berdampak negatif terutama di sekitar aliran sungai, keluh Kades.

Yang terjadi di daerah aliran Sungai Jalur A, ada penambangan dengan pengerukan. Dampaknya, erosi menyebabkan suspensi karena partikel-partikel mengalir ke sungai. Partikel-partikel ini, berpotensi menimbulkan sedimentasi bagian muara.

“Kalau perairan rusak, akan mengganggu sidat, jurung dan biota sungai lain. Sedimentasi juga bisa mengganggu pernapasan ikan-ikan yang biasa hidup di perairan jernih, seperti jurung,” ungkap Kades

Perusakan lingkungan bukan saja terjadi di jalur A,Desa persiapan wamsait saja, tetapi yang paling parah adalah lokasi Gunung Botak, Aktifitas Dompeng semakin banyak sehingga kerusakan lingkungan pun semakin parah para oknum pengusaha,” tuturnya

dari luar daerah kini telah bereaksi untuk mendanai masyarakat sekitar, untuk melakukan kegiatan seperti di gunung botak, tambahnya

Pembeli emas dari luar daerah yang pernah ditangkap namun lolos dari kejaran polisi, pada 2020. kini semakin merajalela kembali di daerah unit 18 dan unit 11(Desa grandeng) juga di sekitarnya, aparat diminta tegas dan menertibkan pengusaha yang berkeliaran di wilayah peti kegiatan tersebut sangat merugikan daerah karena tidak memiliki Izin.

Haji Komar salah-satu pengusaha yang berasal Makasar bersama Rais asal ternate selaku orang lapangan yang saat ini tinggal di Desa Wamsait, kini telah kembali untuk melakukan kegiatan pengolahan tong, sama seperti Mantri Asal Ternate yang saat ini berupaya untuk membangun 3 tong sekaligus sangat dekat dengan pemukiman masyarakat Desa Dava untuk melakukan pengolahan menggunakan bahan B3 berbahaya Sianida (CN) seperti halnya yang dilakukaan Haji Sultan dan para pengusaha lainnya termasuk para pemasok obat-obtan seperti CN dan lain” berkaitan dengan pengolahan rendaman juga pengolahan tong,

Dirkrimsus Polda Maluku di minta tegas melakukan penertiban terhadap para pelaku Pertambangan Liar Tanpa Ijin tersebut

Dari hasil Imvestigasi media ini ada beberapa tempat saat ini sedang beraktifitas pengolahan tong yakni: di Desa Wabloi (unit 5 lebih). (Fer)