IMG-20210127-WA0004_copy_700x400

Vaksin Covid-19 Gelombang Pertama Tiba di Namlea

Namlea, Radar Tipikor.com – Gelombang pertama pengiriman vaksin ke Kota Namlea Kabupaten Buru Provinsi Maluku, tiba di dengan Kapal Very di Pelabuhan Namlea, Rabu, 26/1/2020.

IMG-20210127-WA0005_copy_700x400

Selanjutnya, 2.400 vaksin ini dinaikan kedalam mobil box milik PT Pos Indonesia dan dikawal personil Brimob Polda Maluku.

Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febry Kusumawiatmaja dan Wakapolres Kompol Bachrie Hehanussa turut menjemput kedatangan rombongan pengantar vaksin saat tiba di Pelabuhan Ferry Namlea.

Semua vaksin dikumpulkan di kantor Dinkes Kabupaten Buru sebelum didistribusi ke Kabupaten Buru Selatan.

IMG-20210127-WA0002_copy_700x400

Usai menurunkan jatah vaksin Pemkab Buru rombongan Dinkes Maluku kemudian melanjutkan perjalanan, melalui darat menuju Namrole, Ibukota Kabupaten Buru Selatan. Sementara untuk vaksin diKabupaten Buru Selatan sendiri sebanyak 1.400

Lanjut Kapolres Pulau Buru AKBP Agus Febry Kusumawiatmaja di sela kedatangan vaksin itu menjelaskan, kalau dirinya bersama Wakapolres telah siap jalani vaksin di hari pertama saat proses vaksinasi tahap pertama.

Kapolres akan mendampingi Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi dan rombongan forkopimda untuk divaksin perdana di aula Kantor Bupati.

Sedangkan Wakapolres akan jalani vaksin di Namrole bersama Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulissa.
Usai vaksin tahap pertama, maka vaksin tahap kedua yang melibatkan tenaga kesehatan (nakes) juga akan diikuti tiga nakes dari Polres Pulau Buru. Sedangkan personel kepolisian lainnya diagendakan divaksin pada tahap ketiga.

Untuk Kabupaten Buru vaksinasi akan direncanakan Januari sampai April mendatang 2021. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Ismail Umasugi menjelaskan 1.162 tenaga kesehatan yang akan siap divaksinasi pada tahap awal Januari ini.

“Untuk 13 Puskesmas ditambah dengan rumah sakit dan klinik polres dan akan di distribusi ke masing-masing puskesmas. “Jelasnya.

“Masyarakat yang memperoleh vaksin berusia 18-59 tahun tanpa ada penyakit bawahan sementara untuk penyakit bawahan akan ada tim yang akan nanti lakukan pemeriksaan mana yang berhak di vaksin dan mana yang tidak,” tutur Kadis Kesehatan.

Laporan ferdian (*)