IMG-20201112-WA0017_copy_700x400

Hendak Dikonfirmasi Terkait Kamar Operasi Yang Menelan Anggaran 23,2 Milyar, Sekda Buru Menghindar

Namlea, Radar Tipikor.com-Terkait persoalan pembangunan instalasi kamar operasi di Kabupaten Buru Provinsi Maluku, sebesar Rp.23,2 miliar tahun 2020, ada yang aneh.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Buru terkesan menghindar dan tidak mau memberi keterangan pada wartawan

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mohamad Hurry, SE, MM saat hendak di konfirmasi Wartawan terkait Pembangunan Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Namlea senilai Rp.23.2 Miliar yang sebelumnya juga pernah di beritakan dengan judul ” TERUNGKAP PROYEK SILUMAN PEMBANGUNAN INSTALASI KAMAR OPERASI SENILAI Rp.23,2 MILIAR DI KABUPATEN BURU
Bukan hanya sekali dua kali berkilah dan mencari alasan agar tidak memberi keterangan.

Pertama di konfirmasi dikediamannya, Pilar Kota Namlea, pada Sabtu lalu (07/11/2020) Mohamad Hurry,SE, MM tidak berkomentar banyak dan meminta ketemu di kantor agar dirinya dapat memperlihatkan data pembangunan instalasi kamar operasi senilai Rp.23,2 M dan penyampaiannya tidak salah atau sesuai data.

Selanjutnya ketika di konfirmasi di ruang kerjanya Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jalan Radio Rana, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, pada Kamis, (12/11/2020), Moh. Hurry tampak terburu-buru hendak keluar, padahal sejam sebelumnya Awak Media telah melapor ke sekertaris pribadinya, dan Moh. Hurry sementara menerima tamu dan Wartawan menunggu di ruang tunggu

Namun seteleh menerima tamu dan mengetahui awak media datang untuk bertemu dan hendak mengkonfirmasi, tampak terburu-buru untuk berjalan keluar.

Selain itu ketika di minta waktu terkait tanggapannya sambil berjalan Moh. Hurry menyampaikan mau bertemu sekda sudah beberapa hari di tunda dan Sekda sementara menunggunya.

“Beta (Saya) Kasekda Doloee (Dulu), Beta (Saya) su (Sudah) tunda beberapa hari. Beta ketemu Sekda Dolo, barang Sekda ada tunggu”, ucap Muh. Huri sambil berjalan meninggalkan ruangannya tak mengindahkan pertanyaan Wartawan terkait anggaran Rp.23,2 Miliar pembangunan instalasi kamar operasi.

Laporan, Ferdian