IMG-20201107-WA0040_copy_700x400_1604755767511

Berhasil Ringkus Spesialis Pencuri HP, Kapolresta Palangka Raya Ungkap Sejumlah Fakta

 

Palangka Raya, Radar Tipikor.com – Seorang spesial pencuri HP berinisial HB (33) akhirnya berhasil diringkus oleh Satreskrim Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng bersama jajarannya pada Hari Kamis (5/11/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

IMG-20201107-WA0039_copy_700x400

Kapolresta, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., S.H., M.Hum. bersama Wakapolresta dan Kasatreskrim pun menggelar press release guna mengungkap sejumlah fakta tindak pidana pencurian tersebut, di markas komandonya Jalan Tjilik Riwut Km 3,5, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11/2020) siang.

Kapolresta mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari upaya penyelidikan petugas atas tindak pencurian HP yang dilakukan HB di Jalan Hiu Putih XII, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang terjadi pada hari Kamis (29/10/2020) yang lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan, personel satreskrim pun berhasil meringkus HB dan mengamankan beberapa barang bukti pada kediamannya, yang berada di Jalan Eboni, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, HB diketahui telah melakukan tindak pidana pencurian serupa sebanyak 9 (sembilan) kali pada lokasi yang berbeda, yakni di Jalan Sisingamangaraja, Tingang, Piranha, Rajawali II, Garuda III, Seth Adji, Kereng Bangkirai Km 8,5, Darmo Sugondo, dan Hiu Putih XII.

Dari hasil penangkapan dan pengembangan yang dilakukan petugas, berhasil diamankan beberapa barang bukti berupa seunit sepeda motor Merk Honda Scopy berwarna merah hitam dengan No. Pol: KH 2194 YI dan 3 buah Handphone dengan berbagai merk.

Jaladri menambahkan, HB akan disangkakan dengan Pasal 362 KUH-Pidana tentang Pencurian, yang berbunyi “Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian”.

“Saat ini HB bersama seluruh barang bukti diamankan di Mapolresta Palangka Raya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Sesuai dengan pasal yang disangkakan, dirinya terancam kurungan maksimal 5 (lima tahun) penjara,” pungkasnya. (Dardi/torin)