IMG_20201021_152224_copy_700x500

Kasus Penganiayaan Yang Ditangani Lawyer Abdul Rasyd, Sudah Bergulir di Pengadilan

Sulsel, RadarTipikor.Com – Kasus penganiayaan berat di Kabupaten Barru yang ditangani Lawyer Abdul Rasyd, SH beserta tim sudah bergulir di Pengadilan Negeri Kabupaten Barru, Rabu, 21/10/2020.

Jaksa penuntut umum dalam membuktikan dakwaannya langsung menghadirkan 4 orang saksi, satu diantaranya adalah Kasus korban.

Dalam fakta persidangan terungkap peristiwa penganiayaan berawal pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2020, terdakwa Berlian mendatangi terdakwa Sinare dan menyampaikan jika sapi milik korban memasuki kebun yang digarap oleh terdakwa

Untuk memastikan penyampaian terdakwa tersebut, saksi korban ke kebun tersebut namun tidak menemukan sapi korban karena sudah diusir oleh terdakwa.

Terdakwa yang terus mengikuti korban kemudian melontarkan kalimat jorok “Talessimu” yang kemudian dibalas oleh saksi korban. Sesaat setelah terjadi adu mulut terdakwa kemudian mengibaskan parang yang mengenai paha korban mengarahkan bagian atas sehingga korban memegang parang tersebut dengan maksud merampasnya, namun melukai kedua jari tangan korban dengan jumlah jahitan 10.

Akibat dari perbuatan terdakwa tersebut korban tidak bisa menggunakan tangannya beraktifitas selama 1 bulan 20 hari.

Abdul Rasyid, SH Dir. LBH Cita Keadilan yang turut mengawal kasus tersebut mengapresiasi kinerja jaksa dan Majelis Hakim dalam menggali fakta-fakta persidangan.

Menurut Abdul Rasyd, SH, para saksi sangat terbuka dan fair dalam memberikan keterangannya, sehingga selaku pengawal kasus tersebut bersama team meyakini terdakwa bersalah melakukan sebagaimana diatur dalam pasal 351.

“Para saksi cukup terbuka dalam memberikan keterangan, olehnya itu, kami meyakini dalam kasus terdakwa memenuhi unsur sebagaimana yang diatur dalam pasal 351 KUHP,” ucap Abdul Rasyd usai mendampingi persidangan kliennya, Rabu 21/10/2020.

“Karena selain adanya korban, kami melihat terdakwa sama sekali tidak menampakkan rasa penyesalan dan tidak pernah meminta maaf kepada korban,” sambungnya.

Ditempat terpisah anak korban Kastam berharap agar terdakwa diberikan hukuman setimpal, tidak dibiarkan berkeliaran seperti saat sekarang ini. (Red)