IMG-20200623-WA0026_copy_700x400

Kanwil DJBC Kaltim Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Balikpapan, radartipikor.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur musnahkan rokok ilegal sebanyak 562.804 batang hasil penindakan selama periode April 2019 sampai April 2020 di wilayah Kalimantan Timur

Pemusnahan yang dilakukan dengan cara dibakar ini dipimpin oleh Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Zaini Rahman. Pemusnahan rokok tanpa cukai ini dilakukan di Kantor DJBC Wilyah Kaltim di Jalan Jenderal Soedirman, Balikpapan, Selasa, 23/6/2020

Pemusnahan ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan, sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan barang menjadi milik negara

Kepala Kantor DJBJ Wilayah Kaltim Rusman Hadi melalui Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Zaini Rahman mengatakan, rokok ilegal tersebut merupakan hasil dari penindakan di beberapa tempat di wilayah Kaltim.

“Dari hasil penyidikan yang kita lakukan, rokok ilegal tersebut berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Rokok tanpa cukai itu kemudian didistribusikan secara ilegal ke kios-kios di wilayah Kaltim dengan harga terjangkau,” ujar Zaini Rahman

“Barang hasil penindakan berupa rokok ilegal tersebut diperkirakan senilai 224.911.580,- (Dua ratus dua puluh empat juta sembilan ratus sebelas ribu lima ratus delapan puluh rupiah). Dari nilai tersebut mengakibatkan potensi kerugian negara sebesar 201.071.680 (Dua ratus satu juta tujuh puluh satu ribu enam ratus delapan puluh rupiah),” tambahnya

Dari hasil penindakan yang dilakukan jajarannya, kata Zaini Rahman, Bea dan Cukai serius untuk menekan peredaran rokok ilegal, sekaligus memenuhi komitmen yang telah dicanangkan secara nasional dalam operasi “Gempur Rokok Ilegal”

“Sesuai dengan harapan dan target Menteri Keuangan, peredaran rokok ilegal menunjukan tren menurun dari tahun ke tahun. Dengan tingkat presentase 12 persen pada tahun 2017, 7 persen pada tahun 2018, 3 persen pada tahun 2019 dan diharapkan pada tahun 2020 ini dapat tercapai 1 persen,” jelasnya

Zaini Rahman mengatakan, untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kaltim pihaknya mengajak seluruh pelaku usaha di bidang cukai untuk mentaati aturan jual beli Barang Kena Cukai (BKC) seperti rokok, minuman keras, dan liquid vape,” imbuhnya

Pihaknya juga berharap, kedepan tidak ada lagi pelanggaran di bidang cukai baik dalam perizinan maupun peredarannya, sehingga penerimaan cukai menjadi optimal

Disisi lain secara persuasif dan berkelanjutan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur juga berupaya meningkatkan pemahaman terhadap masyarakat mengenai ketentuan cukai melalui komunikasi dan publikasi yang bekerja sama dengan Pemrov Kaltim, Pemprov Kaltara, dan jajaran Pemkot/Pemkab di wilayah Kaltim dan Kaltara

“Hal itu dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran dan ikut berperan dalam upaya pemberantasan rokok ilegal,” tutupnya. (Fzi)