IMG_20200619_151714_copy_700x375

Berdasarkan Musdes, Pemdes Bajo Segera Salurkan BLT Desa Pada 160 Warga

SANANA- Pemerintah Desa (Pemdes) Bajo Kecmatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada 160 Warga penerima. Berdasarakan Musyawarah Desa.

Hal ini dikatakan oleh Pj. Kades Bajo Edy Sundayana untuk menetapkan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2020. Data penerimanya, berdasarkan hasil survei dan penjaringan mulai dari tingkat bawah yakni Dusun dan RT kemudian baru di finalisasi.

Kemudian Edy katakan untuk rapat musyawarah Desa (Musdes) terkait BLT Desa telah dilaksanakan pekan kamarin. Yang di hadiri oleh Pemerintah Daerah yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa atau DPMD.

”Hasil survei dan penjaringan dari tingkat Dusun itu ada 161 Warga, namun pada Musdes kemarin ditetapkan 160 warga penerima dan satu orang dinyatakan gugur karena dianggap masih mampu dan tidak berhak”, ungkap Edy Sundayana kepada wartawan Kamis (19/06/2020) kemarin.

Pj. Kades Bajo yang didampingi oleh Pemuka Agama Desa Bajo Jafar Tomo (Imam Desa) dan Husen Mansur (Tokoh/Pemuka Agama) juga menuturkan bahwa dirinya sudah berusaha maksimal menjalankan amanah dari Permendes No. 6 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendes PDTT No. 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

”Data yang Kami sampaikan kemarin hasil dari survei dan penjaringan di tingkat Dusun, dan Kami sampaikan ke masyarakat sebagai bentuk informasi dan transparansi, ada waktu yang kami sediakan untuk direvisi, sampai kami bawa untuk ditetapkan pada musdes”, lanjutnya.

Selain itu, Edy meneruskan bahwa DD Tahun 2020 dibuka sekitar 44% untuk disalurkan kepada Warga Masyarakat yang membutuhkan dan terdampak wabah Covid-19, Desa Bajo sendiri mengelola DD tahun 2020 sekitar 900 juta lebih.

”Kami buka sudah sangat maksimal, dan ini sudah sesuai UU. Jika kemudian Kami membuka lebih, maka untuk hal yang lain tidak terakomodir, padahal banyak hal lain dan juga cukup penting menjadi tanggung jawab Kami, seperti Belanja Aparat Desa, Badan-badan di Desa serta yang sangat penting lainnya itu persoalan stunting, ini tidak boleh diabaikan”, pungkas Edy.

Tidak hanya itu, Edy mengatakan terkait adanya silang pendapat pada Musdes kemarin sempat ada silang pendapat terkait 80 Warga Desa Bajo yang merasa belum terakomodir. Hal ini juga kemudian mendapat tanggapan,

”Saya berpikir semua bisa bersabar, yang terjaring ini merupakan warga yang benar-benar sangat membutuhkan, yang belum terakomodir saya juga sudah usulkan, sambil menanti program bantuan lain baik dari Pemda dan Dinas Sosial”, ujar Edy Sundayana.

Edy menambahkan, bahwa pada Musdes kemarin dirinya sangat menghormati forum sidang, yang dihadiri pejabat pemerintahan Kabupaten.

”Keliru kalo saya badiam (diam), kita tahu tata cara, masa tidak dipersilahkan berbicara saya menyela, itukan tidak patut namanya. Kemudian TA Desa kemarin sudah sangat rinci menjelaskan pada forum sidang, saya pikir sudah sangat jelas,” tambah Edy Sundayana.

Terpisah Husen Mansur pemuka Agama Desa Bajo juga sempat berpesan, kepada seluruh pemuda dan masyarakat Desa Bajo untuk sama-sama dengan Pemdes menyukseskan pembangunan di Desa Bajo.

“Sudah tidak mempersoalkan lagi masalah silang pendapat kemarin, bagi ketiganya itu sudah selesai, sekarang yang terpenting adalah bagaiman menyalurkan BLT kepada 160 penerima yang berhak sesuai hasil Musdes kemarin,”tutupnya (Rt)